Rabu, 16 November 2011

Permohonan Gadis Kecil


Gadis Cilik yang Berani Memohon Ketika Amy Hagadorn berjalan melewati sebuah sudut di lorong dekat kelasnya, ia berpapasan dengan seorang anak laki-laki jangkung siswa kelas lima yang berlari dari arah berlawanan. "Pakai matamu, Bodoh," maki anak laki-laki itu, setelah berhasil berkelit dari murid kelas tiga bertubuh kecil yang hampir ditabraknya. Kemudian, dengan mimik mengejek, anak laki-laki itu memegang kaki kanannya dan berjalan menirukan cara berjalan Amy yang pincang. Amy memejamkan matanya beberapa saat. Abaikan saja dia, katanya dalam hati sambil berjalan lagi menuju ke kelasnya. Akan tetapi, sampai jam pelajaran terakhir hari itu Amy masih memikirkan ejekan anak laki-laki jangkung itu. Dan, ia bukan satu-satunya orang yang mengganggunya.

Sejak Amy mulai duduk di kelas tiga, ada saja anak yang mengganggunya setiap hari, mengejek cara bicaranya atau cara berjalannya. Kadang-kadang, walaupun di dalam kelas yang penuh dengan anak-anak, ejekan-ejekan itu membuatnya merasa sendirian. Di meja makan malam itu, Amy tidak bicara. Karena tahu ada yang tidak beres di sekolah, Patti Hagadorn dengan senang hati berbagi kabar menggembirakan dengan putrinya. "Di sebuah stasion radio ada lomba membuat permohonan Natal," kata sang ibu. "Coba tulis surat kepada Santa Klaus, siapa tahu kau memenangkan hadiahnya. Kupikir setiap anak yang mempunyai rambut pirang bergelombang di meja ini harus ikut."Amy tertawa, lalu ia mengambil pensil dan kertas. "Dear Santa Klaus," tulisnya sebagai pembuka. Ketika Amy sedang asyik membuat suratnya yang paling baik, semua anggota keluarga mencoba menebak permohonannya kepada Santa Klaus. Adik Amy, Jamie, dan ibunya sama-sama menebak bahwa yang paling mungkin diminta oleh Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Ayah Amy menebak bahwa putrinya meminta sebuah buku bergambar. Akan tetapi, Amy tidak bersedia mengungkapkan permohonan Natal-nya yang rahasia.

Di stasiun radio WJLT di Fort Wayne, Indiana, suat-surat yang datang untuk mengikuti lomba Permohonan Natal tumpah seperti air bah. Para karyawan stasiun radio dengan senang hati membaca bermacam-macam hadiah yang diinginkan oleh anak-anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota untuk perayaan Natal. Ketika surat Amy tiba di stasium radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat. "Santa Klaus yang Baik, Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya, Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya, dan cara bicara saya. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.

Hati Lee terasa nyeri ketika membaca surat itu: Ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan Natalnya yang tidak lazim. Pak Tobin menelepon sebuat koran setempat. Keesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, stasiun radio, dan televisi di seluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana, yang hanya mengajukan sebuah permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah Natal paling istimewa-satu hari tanpa ejekan. Tiba-tiba, tukang pos menjadi langganan di rumah keluarga Hagadorn. Amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy datang setiap hari dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri, berisi kartu-kartu ucapan selamat berlibur dan kata-kata penghiburan.

Selama masa Natal yang sibuk itu, lebih dari dua ribu orang dari seluruh dunia mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy. Sebagian penulis surat itu cacat; sebagian pernah menjadi sasaran ejekan ketika kanak-kanak, tetapi tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus bagi Amy. Lewat kartu-kartu dan surat-surat dari orang-orang asing itu, Amy merasakan sebuah dunia penuh dengan orang-orang yang betul-betul saling peduli. Ia sadar tidak ada ejekan dalam bentuk apa pun yang akan pernah membuatnya merasa kesepian. Banyak orang berterima kasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hati. Yang lain mendorongnya bertahan terhadap ejekan-ejekan dan tetap tampil dengan tengadah.

Lynn, seorang siswi kelas enam dari Texas, mengirim pesan sebagai berikut: Aku senang menjadi temanmu, dan bila kau mau mengunjungi aku, kita dapat bersenang-senang. Tidak seorang pun akan mengejek kita, karena kalau mereka demikian, kita tidak usah mendengarkan. Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi di sekolahnya, South Wayne Elementary School. Selain itu, setiap orang di sekolah memberikan sebuah bonus tambahan. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu, walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal. "Siapa pun," kata walikota, "ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan hangat."

Ibuku Bermata Satu

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan. Keesokan harinya dh sekolah

"Ibumu hanya punya satu mata?!?!" Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, "Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!" Ibuku tidak menyahut.

Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.

Malam itu..

Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya.

Saya memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.

Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.

Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.

Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.

Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika..

Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan
langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri
melihat mata Ibuku. Kataku, "Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!" Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !" "KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"

Ibuku hanya menjawab perlahan, "Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat," dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.

Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.

Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura.

Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

"Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..

Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.

Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu
tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, di
tempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.

Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" Anakku! Oh, anakku!"

Pesan ini memiliki arti yang mendalam dan disebarkan agar orang ingat
bahwa kebaikan yang mereka nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup Anda!

Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu Anda!

Lalang Dan Gandum : Siapakah dia?

Matius 13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya".

Tumbuhan lalang dan tumbuhan gandum sepintas terlihat sangat mirip sebab daun gandum dan daun lalang sangat mirip. Lalang sejenis rumput yang selalu tumbuh diantara tanaman gandum dan jelai. Biasanya saat mereka sama-sama kecil, sukar untuk membedakan sehingga tidak dapat dipisahkan. Tetapi jika dibiarkan sama-sama tumbuh, maka setelah musim menuai, akan terlihat nyata bedanya. Yang dapat membedakannya adalah buahnya. Saat tumbuh bersama, kemungkinan besar akar lalang dan akar gandum saling menempel/berkaitan oleh sebab itu sebelum gandum berbuah, lalang tidak boleh dicabut. Tetapi jika sudah musim menuai, maka buah gandumlah yang dipisahkan.

Keserupaan lalang dengan gandum adalah keserupaan kita sebagai orang percaya, sama-sama orang percaya, namun apa yang diajarkannya adalah menyesatkan, berada diantara kita untuk mengacaukan pengajaran yang benar. Pengajaran yang sepertinya benar, tetapi jika disimak baik-baik, menyimpang dari kebenaran firman Tuhan. Seperti ular yang memutar balikkan firman kepada Hawa. Lalang ditabur oleh si jahat. Orang yang termasuk lalang, bersikap seperti orang percaya, tetapi mereka melakukan kejahatannya diantara kita dengan cara yang sangat halus, mereka juga melakukan banyak hal seperti yang dilakukan oleh orang percaya, namun tujuan akhirnya tetap untuk menyeret kita dari kebenaran firman.

KINI KITA DAPAT MENGOREKSI DIRI SENDIRI, APAKAH YANG KITA AJARKAN ADALAH SUNGGUH KEBENARAN FIRMAN YANG TIDAK MENYIMPANG ATAUKAH YANG KITA AJARKAN MENYIMPANG DARI KEBENARAN FIRMAN ? LALANG ATAU GANDUMKAH KITA ? BIARLAH KIRANYA KASIH KARUNIA TUHAN MENYERTAI KITA SELALU.

Hormat Kepada BAPA

Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika aku ini bapa, dimakah hormat yang kepadaKu? Jika aku tuan, dimanakah takut kepadaKu itu? Firman TUHAN semesta alam kepadamu, hai para iman yang menghina namaKu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kamu menghina namaMU? (Maleakhi 1:6).
    Seringkali kita menganggap diri kita sebagai orang yang 'bijak' sehingga apapun yang kita lakukan, selalu dianggap sebagai perbuatan yang "baik", dalam hal ini menurut pandangan secara pribadi. Dan tanpa menyadari akan semua itu, kita telah mendukakan hati Bapa.
Mengapa demikian? Karena seringkali kita membanggakan diri dengan segala kemampuan yang kita miliki, sehingga menjadikan diri kita sebagai pribadi yang sombong, dan pada akhirnya hidup dengan seenaknya, tanpa menyadari akan keberadaan diri kita, yakni sebagai orang-orang yang telah dipanggil dan dipilih Allah secara khusus.
Yohanes 1:12 mengatakan, bahwa kita diberi hak untuk menjadi anak Allah serta diberi kuasa yang dari Tuhan jikalau kita percaya kepada Tuhan dengan dengan sungguh-sunggguh, maksudnya ialah dengan menyerahkan dan mempercayakan kepada Tuhan segala aspek kehidupan kita, sehingga dengan demikian kita hidup dibawah pimpinanRoh Allah, Karena kita telah menjadi anak Allah (Roma 8:14).
Kewajiban seorang anak ialah menghormati bapanya, begitu pula dengan kehidupan kita kepada Tuhan. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan, "…hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah penting…"(Efesus 6:1-3), oleh sebab itulah penghormatan kepada Tuhan merupakan perintah yang penting, sehingga janji yang Tuhan berikan kepada kita dipenuhi yaitu diberikan umur yang panjang (Ulangan 5:16).
Ada beberapa hal dari perbuatan kita yang menunjukkan tidak menghormati Tuhan, antara lain:
  1. Membawa persembahan yang cemar, dengan demikian akan menyepelehkan kemuliaan Tuhan (Maleakhi 1:7).
  2. Memberikan persembahan yang cacat / sembarangan (Maleakhi 7:8).
  3. Menipu Allah (Maleakhi 3:8-9).
  4. Membrontak terhadap perintah Allah dengan perbuatan yang tidak berkenan tidak berkenan kepadaNya (Mazmur 107:11-12).
  5. Mendukakan Roh Kudus (Yesaya 63:10).
  6. Hidup tidak sesuai dengan Firman Tuhan, Yaitu dengan sengaja melanggar Firman Tuhan (Yeremia 5:23, Yehezkhiel 5:6).
Oleh sebab itulah Tuhan ingin supaya kita sadar dan bertobat, yaitu dengan hidup taat dan penuh penghormatan kepada Tuhan, sehingga melalui kehidupan kita nama TUHAN senantiasa dimuliakan.
Barangsiapa yang ditegur oleh Tuhan, ia dikasihi (Wahyu 3:19)
IMMANUEL

Garam Dunia


"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
(Matius 5:13)
Setiap kehidupan manusia tidak terlepas dari garam. Tidak membedakan miskin, kaya, tua, muda, dan apapun latar belakang dan tingkatan sosialnya, garam selalu dibutuhkan di setiap harinya. Disini Firman Tuhan mengatakan bahwa "kamu adalah garam dunia," berarti kehidupan kita harus memiliki 'dampak' bagi sekitar kita, karena garam memiliki sifat khusus yaitu asin.
Dalam Alkitab dijelaskan bahwa garam memiliki berbagai fungsi, antara lain: berfungsi sebagai obat yaitu menyehatkan air (II Raj. 2: 20-21), sebagai pelengkap korban persembahan kepada Tuhan (Yehez. 43:24), bahkan semua persembahan harus dibubuhi dengan garam (Imamat 2:13) dan disini ditekankan bahwa tidak boleh lalai dalam memberikan garam pada setiap persembahan kepada Tuhan.
Apakah yang dimaksud dengan garam? Garam ialah KASIH. Dalam Surat Kolose 4:6 mengatakan, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa penuh dengan kasih, karena jika tanpa kasih dalam hidup kita, maka kita sama dengan garam yang kehilangan rasa asinnya, yakni menjadi hambar. Dan kasih yang Tuhan tuntut dalam kehidupan kita, hendaknya dipraktekan didalam kehidupan kita setiap hari, bukan hanya dalam waktu-waktu yang tertentu saja (Efesus 5:2). Mengapa demikian? Karena itulah perintah Tuhan, dan Tuhan Yesus sendiri telah melakukannya dengan tulus bagi kita. Ada beberapa kriteria orang yang memiliki KASIH di dalam kehidupannya, antara lain: ada ketulusan ketika mengasihi (Roma 12:9), menghormati (Roma 12:10), rajin dalam pelayanan, karena itu merupakan wujud kasih kita kepada Tuhan (Roma 12:11), tekun dan setia kepada Tuhan(Roma 12:12), menghasilkan perbuatan yang baik (Roma 12:13), menjadi berkat bagi sesama (12:14-15), suka bersekutu dan tidak sombong (Roma 12:16), tidak menyimpan kesalahan orang lain (Roma 12:17-21), tidah mengucapkan kata-kata yang kotor (Kolose 3:9), dan tidak saling mendustai (Kolose 3:9). Karena jika kasih ada didalam kita, maka kita perkataan Kristus selalu mewarnai hidup kita (Kolose 3:16) sehingga kita senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan dan melalui perkataan kita nama Tuhan semakin ditinggikan (Yakobus 3:9-10).
Oleh sebab itulah KASIH harus ada didalam kehidupan kita setiap hari karena jika tidak, maka kita sama seperti garam yang hambar, sehingga tidak ada gunannya, dan pada akhirnya dibuang dan diinjak-injak orang (lihat Wahyu 11:2).
Maka dari itu, "perhatikan dengan sungguh kehidupanmu. (Efesus 5:15,16)