Markus 14:3-9
Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan perbuatan yang baik padaKu." (Markus 14:6)
Dalam konteks diatas diceritakan ada seorang perempuan yang memberikan sesuatu yang terbaik dalam kehidupannya kepada Tuhan Yesus yaitu mencurahkan minyak wangi kepada Tuhan Yesus, minyak ini sangat mahal yaitu seharga 300 dinar, ini sama dengan hasil kerja selama setahun. Dari konteks ini dapat diambil suatu pelajaran bahwa itulah suatu perbuatan yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita, yaitu memberikan yang terbaik kepada Tuhan dengan apa yang kita miliki, sekalipun ada orang yang tidak menyukai perbuatan kita (ayat 4 "Ada orang yang menjadi gusar…"), bahkan ada yang marah (ayat 5 "…lalu mereka memarahi perempuan itu.") kita tidak perlu kuatir ataupun takut karena kita melakukannya dengan hati yang tulus kepada Tuhan, bukan kar'na supaya mendapatkan pujian semata, tetapi karena kerinduan dari hati kita. Mengapa kita tidak perlu kuatir ataupun takut akan hal ini? Karena Tuhan senantiasa membela orang yang memberikan yang terbaik kepadaNya (ayat 6 "Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepadaKu") apapun bentuknya Tuhan tidak mempermasalahkannya, karena apa yang kita perbuat itu untuk kemuliaan nama Tuhan (ayat 9 "…apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia").
Dalam I Korintus 15:58 mengatakan "…Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." Hal ini berarti segala perbuatan yang kita lakukan untuk kemuliaan nama Tuhan tidak ada yang sia-sia belaka, tetapi semuanya itu diperhitungkan oleh Tuhan. Tuhan ingin supaya kita berusaha untuk memberikan yang terbaik kepadaNya walaupun dalam keadaan yang berkekurangan. Disini ada tiga contoh yang diberikan, antara lain:
- Seorang janda di Sarfat → I Raja-raja 17:13-15Meskipun semua yang dimilikinya serba sedikit, ia tetap memberikan yang terbaik dengan apa yang ada padanya, sehingga Tuhan mencukupkannya selama tiga setengah tahun.
- Anak dengan lima roti dan dua ikan → Yohanes 6:9-10Seorang anak ini memberikan kepada Tuhan semua yang dimilikinya, sehingga Tuhan memberkatinya hingga berkelimpahan, yakni dua belas keranjang.
- Jemaat di Makedonia → II Korintus 8:1-5Sekalipun jemaat di Makedonia ini dalam keadaan yang miskin, menderita dan dalam pencobaan, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk pekerjaan Tuhan bahkan apa yang diberikan lebih dari apa yang diperlukan, semuanya dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Orang yang melakukan kehendak Bapa pasti ingin selalu melakukan/memberikan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan maka dengan demikian ia akan diselamatkan (Matius 7:21-23 "Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga…"), karena manusia dibenarkan dihadapan Tuhan bukan hanya kerena imannya saja tetapi juga karena perbuatannya (Yakobus 2:24) dan segala perbuatan kita akan selalu mengikuti kita, bahkan sampai mati pun (Wahyu 14:13 "…karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.")
Oleh sebab itulah jika kita mengaku sebagai anak Allah dan memiliki iman kepada Allah hendaknya kita berusaha untuk melakukan/memberikan yang terbaik kepada Tuhan, karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar