Rabu, 04 Januari 2012

Garam Dunia


"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
(Matius 5:13)
Setiap kehidupan manusia tidak terlepas dari garam. Tidak membedakan miskin, kaya, tua, muda, dan apapun latar belakang dan tingkatan sosialnya, garam selalu dibutuhkan di setiap harinya. Disini Firman Tuhan mengatakan bahwa "kamu adalah garam dunia," berarti kehidupan kita harus memiliki 'dampak' bagi sekitar kita, karena garam memiliki sifat khusus yaitu asin.
Dalam Alkitab dijelaskan bahwa garam memiliki berbagai fungsi, antara lain: berfungsi sebagai obat yaitu menyehatkan air (II Raj. 2: 20-21), sebagai pelengkap korban persembahan kepada Tuhan (Yehez. 43:24), bahkan semua persembahan harus dibubuhi dengan garam (Imamat 2:13) dan disini ditekankan bahwa tidak boleh lalai dalam memberikan garam pada setiap persembahan kepada Tuhan.
Apakah yang dimaksud dengan garam? Garam ialah KASIH. Dalam Surat Kolose 4:6 mengatakan, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa penuh dengan kasih, karena jika tanpa kasih dalam hidup kita, maka kita sama dengan garam yang kehilangan rasa asinnya, yakni menjadi hambar. Dan kasih yang Tuhan tuntut dalam kehidupan kita, hendaknya dipraktekan didalam kehidupan kita setiap hari, bukan hanya dalam waktu-waktu yang tertentu saja (Efesus 5:2). Mengapa demikian? Karena itulah perintah Tuhan, dan Tuhan Yesus sendiri telah melakukannya dengan tulus bagi kita. Ada beberapa kriteria orang yang memiliki KASIH di dalam kehidupannya, antara lain: ada ketulusan ketika mengasihi (Roma 12:9), menghormati (Roma 12:10), rajin dalam pelayanan, karena itu merupakan wujud kasih kita kepada Tuhan (Roma 12:11), tekun dan setia kepada Tuhan(Roma 12:12), menghasilkan perbuatan yang baik (Roma 12:13), menjadi berkat bagi sesama (12:14-15), suka bersekutu dan tidak sombong (Roma 12:16), tidak menyimpan kesalahan orang lain (Roma 12:17-21), tidah mengucapkan kata-kata yang kotor (Kolose 3:9), dan tidak saling mendustai (Kolose 3:9). Karena jika kasih ada didalam kita, maka kita perkataan Kristus selalu mewarnai hidup kita (Kolose 3:16) sehingga kita senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan dan melalui perkataan kita nama Tuhan semakin ditinggikan (Yakobus 3:9-10).
Oleh sebab itulah KASIH harus ada didalam kehidupan kita setiap hari karena jika tidak, maka kita sama seperti garam yang hambar, sehingga tidak ada gunannya, dan pada akhirnya dibuang dan diinjak-injak orang (lihat Wahyu 11:2).
Maka dari itu, "perhatikan dengan sungguh kehidupanmu. (Efesus 5:15,16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar