Minggu, 29 April 2012

Penolong Yang Menyertai Kamu

Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?" Yohanes 14:15-17
 Ayat 16,17:Penolong yang menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran

Roh Kebenaran menyertai untuk apa?
(A).Menjadikan kita dengar-dengaran

Kamis, 26 April 2012

AKU Telah Memberi Kuasa Kepadamu


Lukas 10:17-20

17     Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”

18     Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit.

19     Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

20     Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

Kuasa telah diberikan, untuk menghancurkan dan menahan kekuatan musuh
Lukas 10:19

1.       Allah ingin manusia berkuasa di atas bumi                                      
Kejadian 1:26,28

2.       Allah ingin supaya manusia berkuasa terhadap dosa
Kejadian 4:7

3.       Murid-murid diberi kuasa atas setan
Markus 3:14,15

4.       Murid-murid diberi kuasa atas setan dan penyakit
Lukas 9:1

5.       Murid-murid diberi kuasa atas roh-roh jahat
Markus 6:7

6.       Orang percaya mendapat kuasa atas penyakit dan setan
Markus 16:17,18
Kuasa itu bisa hilang, Contoh:


1. Adam, kehilangan kuasa karena tidak setia kepada Tuhan


2. Raja Saul, kehilangan kuasa karena tidak taat kepada Tuhan


3. Simson, kehilangan kuasa karena pergaulan yang buruk

Supaya KUASA itu tidak hilang, berjalanlah dalam pimpinan ROH KUDUS
Galatia 5:16,25

SEBAB ITU :

Supaya kuat, pakailah senjata Allah
Efesus 6:10-18

Rabu, 04 Januari 2012

Berbuat Yang Terbaik


Markus 14:3-9


Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan perbuatan yang baik padaKu." (Markus 14:6)


Dalam konteks diatas diceritakan ada seorang perempuan yang memberikan sesuatu yang terbaik dalam kehidupannya kepada Tuhan Yesus yaitu mencurahkan minyak wangi kepada Tuhan Yesus, minyak ini sangat mahal yaitu seharga 300 dinar, ini sama dengan hasil kerja selama setahun. Dari konteks ini dapat diambil suatu pelajaran bahwa itulah suatu perbuatan yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita, yaitu memberikan yang terbaik kepada Tuhan dengan apa yang kita miliki, sekalipun ada orang yang tidak menyukai perbuatan kita (ayat 4 "Ada orang yang menjadi gusar…"), bahkan ada yang marah (ayat 5 "…lalu mereka memarahi perempuan itu.") kita tidak perlu kuatir ataupun takut karena kita melakukannya dengan hati yang tulus kepada Tuhan, bukan kar'na supaya mendapatkan pujian semata, tetapi karena kerinduan dari hati kita. Mengapa kita tidak perlu kuatir ataupun takut akan hal ini? Karena Tuhan senantiasa membela orang yang memberikan yang terbaik kepadaNya (ayat 6 "Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik kepadaKu") apapun bentuknya Tuhan tidak mempermasalahkannya, karena apa yang kita perbuat itu untuk kemuliaan nama Tuhan (ayat 9 "…apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia").
Dalam I Korintus 15:58 mengatakan "…Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." Hal ini berarti segala perbuatan yang kita lakukan untuk kemuliaan nama Tuhan tidak ada yang sia-sia belaka, tetapi semuanya itu diperhitungkan oleh Tuhan. Tuhan ingin supaya kita berusaha untuk memberikan yang terbaik kepadaNya walaupun dalam keadaan yang berkekurangan. Disini ada tiga contoh yang diberikan, antara lain:
  1. Seorang janda di Sarfat → I Raja-raja 17:13-15
    Meskipun semua yang dimilikinya serba sedikit, ia tetap memberikan yang terbaik dengan apa yang ada padanya, sehingga Tuhan mencukupkannya selama tiga setengah tahun.
  2. Anak dengan lima roti dan dua ikan → Yohanes 6:9-10
    Seorang anak ini memberikan kepada Tuhan semua yang dimilikinya, sehingga Tuhan memberkatinya hingga berkelimpahan, yakni dua belas keranjang.
  3. Jemaat di Makedonia → II Korintus 8:1-5
    Sekalipun jemaat di Makedonia ini dalam keadaan yang miskin, menderita dan dalam pencobaan, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk pekerjaan Tuhan bahkan apa yang diberikan lebih dari apa yang diperlukan, semuanya dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Orang yang melakukan kehendak Bapa pasti ingin selalu melakukan/memberikan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan maka dengan demikian ia akan diselamatkan (Matius 7:21-23 "Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga…"), karena manusia dibenarkan dihadapan Tuhan bukan hanya kerena imannya saja tetapi juga karena perbuatannya (Yakobus 2:24) dan segala perbuatan kita akan selalu mengikuti kita, bahkan sampai mati pun (Wahyu 14:13 "…karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.")
Oleh sebab itulah jika kita mengaku sebagai anak Allah dan memiliki iman kepada Allah hendaknya kita berusaha untuk melakukan/memberikan yang terbaik kepada Tuhan, karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17).

Garam Dunia


"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
(Matius 5:13)
Setiap kehidupan manusia tidak terlepas dari garam. Tidak membedakan miskin, kaya, tua, muda, dan apapun latar belakang dan tingkatan sosialnya, garam selalu dibutuhkan di setiap harinya. Disini Firman Tuhan mengatakan bahwa "kamu adalah garam dunia," berarti kehidupan kita harus memiliki 'dampak' bagi sekitar kita, karena garam memiliki sifat khusus yaitu asin.
Dalam Alkitab dijelaskan bahwa garam memiliki berbagai fungsi, antara lain: berfungsi sebagai obat yaitu menyehatkan air (II Raj. 2: 20-21), sebagai pelengkap korban persembahan kepada Tuhan (Yehez. 43:24), bahkan semua persembahan harus dibubuhi dengan garam (Imamat 2:13) dan disini ditekankan bahwa tidak boleh lalai dalam memberikan garam pada setiap persembahan kepada Tuhan.
Apakah yang dimaksud dengan garam? Garam ialah KASIH. Dalam Surat Kolose 4:6 mengatakan, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang." Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa penuh dengan kasih, karena jika tanpa kasih dalam hidup kita, maka kita sama dengan garam yang kehilangan rasa asinnya, yakni menjadi hambar. Dan kasih yang Tuhan tuntut dalam kehidupan kita, hendaknya dipraktekan didalam kehidupan kita setiap hari, bukan hanya dalam waktu-waktu yang tertentu saja (Efesus 5:2). Mengapa demikian? Karena itulah perintah Tuhan, dan Tuhan Yesus sendiri telah melakukannya dengan tulus bagi kita. Ada beberapa kriteria orang yang memiliki KASIH di dalam kehidupannya, antara lain: ada ketulusan ketika mengasihi (Roma 12:9), menghormati (Roma 12:10), rajin dalam pelayanan, karena itu merupakan wujud kasih kita kepada Tuhan (Roma 12:11), tekun dan setia kepada Tuhan(Roma 12:12), menghasilkan perbuatan yang baik (Roma 12:13), menjadi berkat bagi sesama (12:14-15), suka bersekutu dan tidak sombong (Roma 12:16), tidak menyimpan kesalahan orang lain (Roma 12:17-21), tidah mengucapkan kata-kata yang kotor (Kolose 3:9), dan tidak saling mendustai (Kolose 3:9). Karena jika kasih ada didalam kita, maka kita perkataan Kristus selalu mewarnai hidup kita (Kolose 3:16) sehingga kita senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan dan melalui perkataan kita nama Tuhan semakin ditinggikan (Yakobus 3:9-10).
Oleh sebab itulah KASIH harus ada didalam kehidupan kita setiap hari karena jika tidak, maka kita sama seperti garam yang hambar, sehingga tidak ada gunannya, dan pada akhirnya dibuang dan diinjak-injak orang (lihat Wahyu 11:2).
Maka dari itu, "perhatikan dengan sungguh kehidupanmu. (Efesus 5:15,16)

Indahnya Pengampunan

Dalam Kej 50: 15-21 dikisahkan mengenai Yusuf. Yusuf adalah anak yang disayang oleh Yakub tetapi sangat dibenci oleh kakak-kakaknya. Ia dijual, dijadikan budak oleh kakak-kakaknya karena mereka iri kepada Yusuf. Namun semuanya itu dijalani dengan penuh kesabaran dan iman kepada Tuhan. Setelah menjadi budak dan dipenjara, ia menjadi orang yang dipercaya oleh Firaun untuk mengelola Mesir. Saat itu semua saudara-saudaranya berbalik kepadanya dan meminta tolong kepadanya. Adalah haknya untuk mengampuni saudaranya atau tidak. Mereka memperlakukannya dengan buruk, orang akan berpikir wajar saja bila ia tidak mengampuni mereka. Tetapi Yusuf ternyata mengampuni saudaranya. Hal itu dilakukannya karena ia tahu akan rencana Tuhan atas hidupnya dan karena ia tahu dan taat akan perintah Tuhan. Begitu pula kita, mungkin kita telah disakiti oleh seseorang, adalah pilihan kita untuk mengampuninya atau tidak. Karena tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa Tuhan kehendaki. Selain dengan sesama kita juga harus sadar akan kesalahan dan dosa-dosa kita. Kita harus meminta ampun kepada Tuhan atas apa yang kita perbuat. Bila kita tidak mau mengampuni orang lain maka Tuhan juga tidak akan mengampuni kita. Ketika manusia berdosa, manusia mulai mengalami kesusahan demi kesusahan. Sering kali kita juga jadi jauh dari Tuhan. Allah sering kali digambarkan sebagai Bapa yang menunggu anak-anakNya kembali kepadaNya. Tetapi sering kali kita mengeraskan hati untuk kembali kepadaNya. Kita sering merasa bahwa Tuhan akan selalu tahu dan mengerti kita. Kita juga selalu berpikir bahwa kesempatan yang kita punya sangat banyak, kita dapat bertobat nanti, besok atau bulan depan dan sebagainya. Kita seringkali tidak sadar bahwa mungkin inilah saat terakhir kita sehingga semuanya terlambat dan kita tidak dapat mengulanginya. Kita hanya bisa menyesal. Jangan sampai kita terlambat untuk bertobat! Jangan pula kita terlambat untuk mengampuni dan meminta ampun kepada Tuhan.

Jumat, 16 Desember 2011

JANGAN BIMBANG


Matius 14:30,31
30     Tetapi  ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan tolonglah aku!”

31     Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Mengapa tidak boleh bimbang?
1.       Orang yang bimbang, tidak akan mendapat apa-apa                              Yakobus 1:6,7
2.       Orang yang bimbang akan dihukum                                                               Roma 14:23


Kita harus percaya dan tidak bimbang
1.       Percaya dan tidak bimbang                                                                                Matius 21:21
2.       Jangan bimbang tentang ketenangan                                                            Matius 8:26
3.       Jangan bimbang tentang kemuliaan/kehormatan                                    Matius 6:30
4.       Jangan bimbang tentang persoalan yang dihadapi                                   Matius 17:20
5.       Jangan bimbang tentang keperluan jasmani                                               Matius 16:8
6.       Orang yang bimbang, adalah orang yang kurang percaya                       Matius 14:31


Sebab itu:
1.       Jangan kuatir akan hari esok                                                                               Matius 6:34
2.       Jangan kuatir tentang apapun                                                                            Filipi 4:6
3.       Dan hidup karena percaya                                                                                   2 Korintus 5:7

 TUHAN YESUS MEMBERKATI

Rabu, 16 November 2011

Permohonan Gadis Kecil


Gadis Cilik yang Berani Memohon Ketika Amy Hagadorn berjalan melewati sebuah sudut di lorong dekat kelasnya, ia berpapasan dengan seorang anak laki-laki jangkung siswa kelas lima yang berlari dari arah berlawanan. "Pakai matamu, Bodoh," maki anak laki-laki itu, setelah berhasil berkelit dari murid kelas tiga bertubuh kecil yang hampir ditabraknya. Kemudian, dengan mimik mengejek, anak laki-laki itu memegang kaki kanannya dan berjalan menirukan cara berjalan Amy yang pincang. Amy memejamkan matanya beberapa saat. Abaikan saja dia, katanya dalam hati sambil berjalan lagi menuju ke kelasnya. Akan tetapi, sampai jam pelajaran terakhir hari itu Amy masih memikirkan ejekan anak laki-laki jangkung itu. Dan, ia bukan satu-satunya orang yang mengganggunya.

Sejak Amy mulai duduk di kelas tiga, ada saja anak yang mengganggunya setiap hari, mengejek cara bicaranya atau cara berjalannya. Kadang-kadang, walaupun di dalam kelas yang penuh dengan anak-anak, ejekan-ejekan itu membuatnya merasa sendirian. Di meja makan malam itu, Amy tidak bicara. Karena tahu ada yang tidak beres di sekolah, Patti Hagadorn dengan senang hati berbagi kabar menggembirakan dengan putrinya. "Di sebuah stasion radio ada lomba membuat permohonan Natal," kata sang ibu. "Coba tulis surat kepada Santa Klaus, siapa tahu kau memenangkan hadiahnya. Kupikir setiap anak yang mempunyai rambut pirang bergelombang di meja ini harus ikut."Amy tertawa, lalu ia mengambil pensil dan kertas. "Dear Santa Klaus," tulisnya sebagai pembuka. Ketika Amy sedang asyik membuat suratnya yang paling baik, semua anggota keluarga mencoba menebak permohonannya kepada Santa Klaus. Adik Amy, Jamie, dan ibunya sama-sama menebak bahwa yang paling mungkin diminta oleh Amy adalah boneka Barbie setinggi satu meter. Ayah Amy menebak bahwa putrinya meminta sebuah buku bergambar. Akan tetapi, Amy tidak bersedia mengungkapkan permohonan Natal-nya yang rahasia.

Di stasiun radio WJLT di Fort Wayne, Indiana, suat-surat yang datang untuk mengikuti lomba Permohonan Natal tumpah seperti air bah. Para karyawan stasiun radio dengan senang hati membaca bermacam-macam hadiah yang diinginkan oleh anak-anak laki-laki dan perempuan dari seluruh kota untuk perayaan Natal. Ketika surat Amy tiba di stasium radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat. "Santa Klaus yang Baik, Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya, Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya, dan cara bicara saya. Saya menderita cerebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya. Sayang selalu, Amy.

Hati Lee terasa nyeri ketika membaca surat itu: Ia tahu cerebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan Natalnya yang tidak lazim. Pak Tobin menelepon sebuat koran setempat. Keesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, stasiun radio, dan televisi di seluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana, yang hanya mengajukan sebuah permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah Natal paling istimewa-satu hari tanpa ejekan. Tiba-tiba, tukang pos menjadi langganan di rumah keluarga Hagadorn. Amplop berbagai ukuran yang dialamatkan kepada Amy datang setiap hari dari anak-anak dan orang dewasa dari seluruh negeri, berisi kartu-kartu ucapan selamat berlibur dan kata-kata penghiburan.

Selama masa Natal yang sibuk itu, lebih dari dua ribu orang dari seluruh dunia mengirimkan surat persahabatan dan dukungan kepada Amy. Sebagian penulis surat itu cacat; sebagian pernah menjadi sasaran ejekan ketika kanak-kanak, tetapi tiap penulis mempunyai sebuah pesan khusus bagi Amy. Lewat kartu-kartu dan surat-surat dari orang-orang asing itu, Amy merasakan sebuah dunia penuh dengan orang-orang yang betul-betul saling peduli. Ia sadar tidak ada ejekan dalam bentuk apa pun yang akan pernah membuatnya merasa kesepian. Banyak orang berterima kasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hati. Yang lain mendorongnya bertahan terhadap ejekan-ejekan dan tetap tampil dengan tengadah.

Lynn, seorang siswi kelas enam dari Texas, mengirim pesan sebagai berikut: Aku senang menjadi temanmu, dan bila kau mau mengunjungi aku, kita dapat bersenang-senang. Tidak seorang pun akan mengejek kita, karena kalau mereka demikian, kita tidak usah mendengarkan. Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi di sekolahnya, South Wayne Elementary School. Selain itu, setiap orang di sekolah memberikan sebuah bonus tambahan. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu, walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan 21 Desember sebagai Hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal. "Siapa pun," kata walikota, "ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan hangat."